Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kecurangan Pemilu 2019 – Pimpinan DPR Fadli Zon & Fahri Hamzah Dengan Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia

Tanggal Rapat: 14 May 2019, Ditulis Tanggal: 23 May 2019,
Komisi/AKD: Pimpinan DPR , Mitra Kerja: Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia

Pada tanggal 14 Mei 2019, Pimpinan DPR-RI Fadli Zon & Fahri Hamzah mengadakan audiensi dengan Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia tentang kecurangan Pemilu 2019.

Audiensi dibuka dan dipimpin oleh Fadli Zon dari Fraksi Gerindra dapil Jabar 5 pada pukul 13.06 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia

· Mungkin yang datang saat ini adalah yang alumninya terlebih dulu.

· Kami sepakat ada usaha pengungkapan dari berbagai permasalahan Pemilu 2019.

· Perlu ada sikap dari Komnas HAM juga tentang permasalahan Pemilu 2019.

· Pemilu tahun ini sangat cacat.

· Kelayakan dari KPU dalam merekrut anggota KPPS seharusnya memiliki unsur standar kelayakan.

· Kami ingin menyampaikan bahwa sebelum ketemu dengan pimpinan kami mendatangi Komnas HAM yang kemudian kami sedikit beradu argumen. KPU bisa dianggap melakukan pelanggaran HAM berat karena memperkajakan anggota KPPS dengan berat dan tidak sesuai kompensasi yang mencukupi. Jika Presiden mengatakan Pemilu ini berjalan jalan dengan baik dan sukses dan menurut kami ini Pemilu yang penuh dengan kecacatan dan gagal karena memakan korban banyak.

· Kami mewakili juga para keluarga korban, kompensasi sangat rendah sekali, sangat tidak manusiawi.

· Kami juga mendorong kepada Komnas HAM, permasalahan ini semua masuk kepada pelanggaran HAM berat atau tidak

· Rekrutmen anggota KPPS sangat kurang baik, biaya kompensasinya juga sangat rendah.

· Kami juga mendorong kepada Komnas HAM, permasalahan ini semua masuk kepada pelanggaran HAM berat atau tidak.

· Kami merasa arus bawah ini gejolaknya sangat luar biasa.

· Komisioner KPU harus dipanggil apakah mereka baik melakukan recruitment apakah sudah dengan baik. Mereka dipekerjakan dengan tidak manusiawi dan mendapat upah yang tidak sesuai.

· Kalau dari para Pimpinan lembaga negara tidak ada yang mengambilkan, kami takutkan akan benar benar adanya people power.

· Kami akan marah, bisa jadi UI yang akan memimpin people power, bila tidak penindasan terhadap banyaknya kecurangan Pemilu 2019.

· Harga jiwa anak bangsa dihargai sangat rendah. Kami dari alumni UI marah. Bahwa kedengaran adalah keniscayaan yang tidak bisa didikte oleh siapapun .

· Kami juga sudah disampaikan, para adik adik kami malah yg lebih sering turun ke bawah.

· Analisa kami semua permasalahan ini sudah bisa dipidanakan.

· Sudah banyak juga dari pengamat luar negeri yang mengomentari tragedi Pemilu 2019.

· Kami menganalisa ini bisa diperkarakan dan dipidanakan. Faktanya dan anehnya dari pemimpin tertinggi di negeri ini sebagai Presiden menurut kami mereka tidak memberika respon yang memadai yang dimana agak sedikit acuh.

· Menurut sejarah di Indonesia ini yang pertama dalam penyelenggaraan Pemilu adanya yang meninggal masal.

· Berdasarkan fakta-fakta itu semua melalui anggota dewan, untuk itu kami merekomendasi kepada Bawaslu terhadap banyaknya kecurangan Pemilu.

· Tragedi ini seharusnya sudah mendapat perhatian yang lebih dari Pemerintah.

· Menurut kami ini hasil dari pemilu harus dibatalkan. Kematian masal anggota KPPS ini harus dikatakan menjadi bencana nasional atau tragedi nasional yang harus patuh mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

· Kami menitipkan kepada para pimpinan, kalau tidak adanya Pansus, bisa jadi yang menolak Pansus termasuk dalam konspirasi permasalahan tersebut.

· Kami menitip ke anggota dewan kalau ide Pansus mereka menolak berarti mereka termasuk dalam konspirasi ini.

· Kita saat ini harus populerkan ngeles (dot) com.

· Para pejabat seharusnya lebih pandai dari pada alumni UI.

· Jumlah korban meninggal sebanyak 600 orang, dalam kurun waktu berdekatan dan lokasi yang berbeda sebaiknya langsung diadakan investigasi agar tidak terjadi bermacam asumsi. Serta sebaiknya adanya tim independent yang tidak berkaitan dengan kepentingan ini.

· Kalau dulu ada masalah flu burung sudah heboh satu Indonesia, sekarang sudah hampir 600 orang kok biasa biasa saja.

· Bahwa ketika pelaksanakan Pilpres kemarin, dalam satu lingkungan TPS dikirim kan 1 minuman teh gelas, dan ketika teh gelas mau diangkat langsung bocor karena hanya dilakban, kami curiga sudah di suntik.
Ini terjadi di wilayah Kebon Jeruk, sayangnya video ini tidak kami dapatkan lagi tetapi kami langsung melihat dari ketua KPPS

· Masalah ini adalah teror sebenernya, ini merupakan teror berupa ketakutan karena menjadi was-was untuk kita.

· Permasalahan mengenai kiriman kiriman makanan tersebut, membuat masyarakat khawatir saat ini.


Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan